Bandung, BERITA UIN Online— Para pimpinan fakultas, lembaga, unit dan biro di lingkungan UIN Jakarta menandatangani Kontrak Kinerja atau Indikator Kinerja Utama (IKU) Tahun 2019. Penandatanganan dilakukan langsung dihadapan Rektor UIN Jakarta Prof. Dr. Hj. Amany Lubis MA dalam penutupan Rapat Kerja Pimpinan UIN Jakarta di Bandung, Sabtu (30/3/2019).

Penandatanganan IKU juga dihadiri para Wakil Rektor dan para Kepala Biro, disaksikan Ketua Senat UIN Jakarta Prof. Dr. Abuddin Nata MA. IKU yang ditandangani akan menjadi salah satu pedoman dalam pelaksanaan kinerja fakultas, lembaga, unit dan biro di lingkungan UIN Jakarta sepanjang tahun 2019.

Dalam sambutannya, Rektor berharap para pimpinan di masing-masing fakultas, lembaga, unit dan biro betul-betul mempedomani sasaran pencapaian berdasarkan IKU yang telah ditandatangani. “IKU ini menjadi acuan sejauh mana kita bekerja mengembangkan UIN Jakarta sepanjang tahun ini,” katanya.

Secara teknis, IKU sendiri memuat target-target pencapain dari empat perspektif, yakni pemangku kepentingan, pembelajaran dan pertumbuhan, keuangan, dan proses internal. Keseluruhan perspektif memuat 9 sasaran strategis sebelum diuraikan dalam 10 indikator kinerja.

Pada perspektif pemangku kepentingan misalnya, terdapat empat indikator kinerja yang diukur, mulai dari jumlah mahasiswa berprestasi tingkat nasional, mahasiswa berprestasi tingkat internasional, kepuasan layanan lembaga, dan kesesuaian program dengan pedoman. Sedang perspektif keuangan, indikator kinerjanya mencakup nilai penerimaan dan prosentase penyerapan anggaran.

Rektor menambahkan pencapaian IKU fakultas dan lembaga juga berpengaruh terhadap pencapain IKU UIN Jakarta di tingkat Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri seluruh Indonesia. “Karena itu kami berharap kerja keras semua pihak merealisasikan pencapaian IKU ini,” tambahnya lagi.

Lebih lanjut Rektor juga mengingatkan realisasi kinerja UIN Jakarta sepanjang 2019 perlu dibangun dalam suasana kebersamaan. Seluruh sivitas diharapkan berinovasi bagi pengembangan UIN Jakarta sekaligus mengoptimalkan efektifitas, efisiensi, dan akuntabilitas program anggaran.

“Masing-masing dari kita juga berfungsi sebagai pengawasan. Dengan begitu, audit di SPI (Satuan Pemeriksa Internal, red.) adalah pengawasan terakhir,” tandasnya lagi. (lrf/zae)

Sumber : https://www.uinjkt.ac.id/id/tutup-rakerpim-para-pimpinan-teken-iku-2019/