Rapat Perdana Dosen FITK di Gedung Baru Sawangan-Depok

Pada hari Selasa tanggal 26 Februari 2019, Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) melaksanakan kegiatan Rapat Dosen di Gedung FITK Baru di Sawangan-Depok. Gedung FITK baru tersebut rencananya akan digunakan juga sebagai tempat pelaksanaan kegiatan Pendidikan Pelatihan Guru (PPG). Sebagai bagian susunan acara pada rapat dosen tersebut adalah sambutan dari Kepala Biro Perencanaan dan Keuangan.

Dalam Sambutan Kepala Biro PK menyampaikan apresiasinya atas kerjasama semua pihak sehingga pelaksanaan pembangunan gedung PPG dapat diselesaikan. Selanjutnya Karo PK mengingatkan bahwa mulai hari Senin tgl 4 Maret 2019 Badan Pengawas Keuangan (BPK) akan melakukan audit pada UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Untuk itu perlu di cek betul pelaksanaan dan penyelesaian pembangunan gedung FITK yang akan digunakan sebagai gedung PPG, jangan sampai ketika BPK masuk pembangunan gedung tersebut belum selesai pengerjaannya. Selanjutnya terkait gedung baru FITK yang berada di Sawangan-Depok tersebut, Karo PK mengingatkan bahwa gedung yang baru dibangun ini harus dimanfaatkan seoptimal mungkin, karena gedung ini dibangun dengan biaya yang besar dan menggunakan anggaran negara, jangan sampai in efisiensi perencanaan,” demikian paparnya.

Pada kesempatan yang sama Karo PK menyampaikan bahwa pada tahun 2019 saldo awal UIN Syarif Hidayatullah Jakarta adalah sebesar Rp. 126.776.758.805,- . Sementara itu, Pendapatan UIN Jakarta per tgl 26 Februari 2019 adalah Rp. 77.406.546.140.64,- . Jika dibandingkan dengan pendapatan tahun 2018 pada semester yang sama (semester genap) maka saat ini pendapatan UIN Jakarta ada kenaikan 14 Milyar, dimana pendapatan pada semester genap tahun 2018 adalah sebesar 65,6 Milyar. Beliau menyebutkan,” kenaikan pendapatan tersebut disebabkan karena adanya regulasi pimpinan terkait pembayaran uang kuliah tidak boleh dicicil ataupun penundaan”. Sedangkan pendapatan Rumah Sakit Syarif Hidayatullah sampai dengan tanggal 26 Februari 2019 Sebesar Rp. 8.732.436.153,70 sehingga total penerimaan sampai dengan tanggal 24 Februari sebesar Rp. 86. 138.982.293,-.

Adapun total Saldo akhir yang tercatat pada rekening UIN Syarif Hidayatullah Jakarta sampai dengan tanggal 26 Februari 2019 adalah sebesar Rp. 212. 915.741.099,- Terkait dengan regulasi tersebut menurut Karo PK akan berdampak pada piutang mahasiswa, apabila mahasis

wa dalam pembayaran uang kuliahnya lancar, tidak dicicil bahkan menunda maka akan memperkecil piutang mahasiswa tersebut, dan diharapkan tidak ada piutang mahasiswa lagi di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.

Karo PK di akhir sambutannya menyampaikan bahwa ada 211 mahasiswa tercatat di AIS sudah membayar uang kuliahnya, namun setelah di cek rekening korannya, 211 mahasiswa tersebut belum membayar uang kuliahnya, sementara mereka sudah melakukan pengisian KRS. Untuk itu, Biro PK akan mengirimkan surat kepada masing-masing Dekan terkait permasalahan tersebut di atas, untuk konfirmasi dan penyelesaiannya secara komprehensif agar tercipta layanan keuangan dan akademik yg kondusif, adil dan transparan.

Kontributor Berita oleh Kabag AKLAP