UIN Jakarta Sampaikan Laporan Kinerja dan Operasional Semester I Tahun 2026 kepada Dewan Pengawas BLU
UIN Jakarta Sampaikan Laporan Kinerja dan Operasional Semester I Tahun 2026 kepada Dewan Pengawas BLU

Tangsel — UIN Syarif Hidayatullah Jakarta telah menyusun dan menyampaikan Laporan Kinerja dan Operasional Semester I Tahun 2026 dalam Rapat Koordinasi Dewan Pengawas Badan Layanan Umum (Dewas BLU), Selasa, 18 Agustus 2026. Rapat diselenggarakan secara daring mulai pukul 15.30 WIB dan diikuti oleh seluruh pimpinan universitas bersama Ketua dan Anggota Dewan Pengawas BLU. Rapat tersebut dihadiri Rektor, para Wakil Rektor, kepala biro, para dekan, pimpinan Sekolah Pascasarjana, Lembaga Penjaminan Mutu, Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Satuan Pengawasan Internal, para kepala UPT, pejabat pembuat komitmen, serta tim pengelola perencanaan, keuangan, akademik, kemahasiswaan, dan sumber daya manusia. Laporan Kinerja dan Operasional Semester I Tahun 2026 menyajikan perkembangan pelaksanaan program universitas sampai dengan Triwulan II. Materi yang disampaikan meliputi capaian Indikator Kinerja Utama (IKU), program prioritas, capaian kinerja lainnya, kinerja keuangan, pembangunan sarana pendukung, serta penghargaan yang diperoleh UIN Jakarta.

Sejumlah indikator kinerja melampaui target

Pada tahun 2026, UIN Jakarta mengelola 41 Indikator Kinerja Utama yang berasal dari Kontrak Kinerja Direktur Jenderal Perbendaharaan Kementerian Keuangan, Perjanjian Kinerja Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama, dan program prioritas universitas. Sampai dengan Triwulan II, sejumlah indikator telah melampaui target tahunan. Persentase mahasiswa yang lulus tepat waktu dengan IPK minimal 3,25 mencapai 67,47 persen dari target 37 persen. Mata kuliah yang mengintegrasikan nilai-nilai keislaman dan sains mencapai 99,9 persen dari target 80 persen, sedangkan mata kuliah yang menggunakan teknologi berbasis digital mencapai 26,7 persen dari target 11 persen.

Capaian positif juga terlihat pada pelaksanaan Merdeka Belajar Kampus Merdeka yang mencapai 25,5 persen dari target 21 persen. Rata-rata kemampuan bahasa asing mahasiswa tercatat sebesar 398 untuk TOEFL dan 454 untuk TOAFL, melampaui target masing-masing 375 dan 450. Pada bidang penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, persentase dosen yang menghasilkan luaran dengan rekognisi nasional mencapai 78 persen dari target 63 persen. Luaran dengan rekognisi internasional mencapai 52 persen dari target 22 persen. Persentase muatan kurikulum yang bercirikan nilai-nilai inklusif dan moderat juga telah mencapai 100 persen. Dalam aspek kemitraan, kerja sama program studi untuk pengembangan kurikulum, program magang, dan kesempatan kerja mencapai 43 persen dari target 27 persen. Kerja sama aktif yang menghasilkan program peningkatan mutu perguruan tinggi keagamaan mencapai 38 persen dari target 30 persen. Indeks Keberagamaan Mahasiswa Islam berada pada angka 87, melampaui target 80,5. Kinerja pengelolaan BLU turut menunjukkan hasil yang baik. Margin EBITDA mencapai 30,13 persen dari target 16,9 persen. Tingkat perencanaan dan pengelolaan rekening BLU memperoleh nilai 4,35 dari target 3,5, sedangkan modernisasi pengelolaan keuangan BLU mencapai 110 persen dari target 100 persen.

Di sisi lain, beberapa indikator masih memerlukan percepatan pada Semester II, khususnya peningkatan kualifikasi dan sertifikasi dosen serta tenaga kependidikan, prestasi mahasiswa tingkat nasional, keberhasilan lulusan memperoleh pekerjaan atau melanjutkan studi, sitasi jurnal nasional, pelaksanaan tridarma di luar kampus, serta peningkatan standar mutu. Pendapatan PNBP operasional dan optimalisasi aset juga akan terus didorong agar mencapai target sampai akhir tahun.

Penguatan internasionalisasi

Internasionalisasi menjadi salah satu program prioritas UIN Jakarta. Pada QS World University Rankings by Subject 2026, UIN Jakarta menempati peringkat ke-29 dunia untuk bidang Theology, Divinity and Religious Studies, meningkat dari kelompok peringkat 101–150 dunia pada tahun 2025. Dalam SCImago Institutions Rankings, UIN Jakarta berada pada peringkat ke-21 untuk bidang Religious Studies. Pada tingkat nasional, UIN Jakarta masuk enam besar untuk bidang Hukum dan Filsafat serta Psikologi, dan delapan besar untuk bidang Arts and Humanities. Jumlah mahasiswa asing meningkat dari 82 orang pada tahun 2025 menjadi 102 orang pada tahun 2026. UIN Jakarta juga memiliki empat jurnal terindeks Scopus, yaitu Studia Islamika, At-Taqaddum, JP3I: Jurnal Pengukuran Psikologi dan Pendidikan Indonesia, serta Jurnal Kimia Valensi. Dari 94 program studi yang dimiliki, sebanyak 65 program studi atau 69,14 persen telah memperoleh peringkat A atau Unggul. Cakupan akreditasi internasional juga terus diperluas, antara lain melalui ASIIN pada 13 program studi dan ACQUIN pada 50 program studi. Produktivitas publikasi tercermin dari 2.953 dokumen terindeks Scopus yang tersebar pada berbagai bidang keilmuan, terutama ilmu sosial, ilmu komputer, seni dan humaniora, ilmu pengambilan keputusan, fisika, teknik, bisnis, dan kesehatan. Sampai Semester I Tahun 2026, sebanyak 204 karya juga telah didaftarkan sebagai Hak Kekayaan Intelektual.

Digitalisasi melalui aplikasi e-Semesta

Transformasi digital dilaksanakan melalui pengembangan aplikasi e-Semesta. Sampai Semester I Tahun 2026, proses delivery seluruh modul telah mencapai 100 persen, dengan rata-rata personalisasi sebesar 80,3 persen. Modul SSO, e-Beasiswa, e-Alumni, Persuratan, dan e-Akademik Portal telah mencapai personalisasi 100 persen. Lima modul yang masih berada pada tingkat personalisasi 50 persen, yaitu Mobile Apps, Marketplace, e-Riset, Dashboard, dan e-Kinerja, ditetapkan sebagai prioritas percepatan. Pengembangan berikutnya diarahkan pada integrasi data, penyempurnaan dashboard pemantauan, validasi kebutuhan pengguna, dan pelaksanaan uji penerimaan pengguna. Langkah tersebut diperlukan agar aplikasi yang telah tersedia dapat dimanfaatkan secara optimal oleh seluruh unit kerja.

Pengembangan kampus hijau

Program Green Campus dilaksanakan melalui revitalisasi ruang terbuka hijau, antara lain Taman Teduh dan Medicorner Fakultas Kedokteran. Pengembangan tersebut diarahkan untuk menghadirkan lingkungan kampus yang lebih sehat, nyaman, asri, dan berkelanjutan. Dalam pemeringkatan kampus hijau, UIN Jakarta menempati peringkat ke-238 dunia dan ke-31 di Indonesia. Capaian tersebut menjadi dasar bagi universitas untuk terus memperkuat tata kelola lingkungan dan memperluas ruang hijau di kawasan kampus.

Integrasi satuan pendidikan dan optimalisasi bisnis

UIN Jakarta juga melanjutkan integrasi pengelolaan satuan pendidikan Yayasan Madrasah Pembangunan, Yayasan Triguna Utama, dan Yayasan TK Ketilang. Pelaksanaannya mengacu pada Keputusan Menteri Agama Nomor 1543 Tahun 2025 tentang Pedoman Integrasi Pengelolaan Satuan Pendidikan yang Diselenggarakan oleh Yayasan dalam Pengelolaan BLU UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Implementasi integrasi difokuskan pada penataan tata kelola, kelembagaan, sumber daya manusia, dan keuangan. Universitas telah melaksanakan pengukuhan dan pembekalan guru serta karyawan. Integrasi laporan keuangan Madrasah Pembangunan juga mulai dilaksanakan pada Semester I Tahun 2026. Dari sisi bisnis, penerimaan unit usaha sampai Juni 2026 mencapai Rp99,53 miliar, meningkat 50,01 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025 sebesar Rp66,34 miliar. RS UIN Syarif Hidayatullah Jakarta menjadi kontributor terbesar dengan penerimaan Rp51,01 miliar. Peningkatan tertinggi dicatat ADIA Suites sebesar 363,24 persen, dari Rp497,67 juta menjadi Rp2,31 miliar. Penerimaan Rumah Sakit Syarif Hidayatullah mencapai Rp24,47 miliar, Pusat Pengembangan Bisnis Rp3,24 miliar, Madrasah Pembangunan Rp18,45 miliar, dan Lembaga Sertifikasi Profesi Rp52,36 juta.

Pengembangan sumber daya manusia

Pada 21 Mei 2026, UIN Jakarta melantik 91 Pegawai Negeri Sipil yang terdiri atas 65 dosen dan 26 tenaga kependidikan. Pengangkatan tersebut diharapkan memperkuat layanan pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta tata kelola universitas. Jumlah dosen bergelar doktor juga meningkat menjadi 571 orang pada tahun 2026. Sebagai perbandingan, jumlahnya tercatat 490 orang pada 2023, sebanyak 524 orang pada 2024 dan 2025, kemudian meningkat pada tahun berjalan.

Mahasiswa, penerimaan mahasiswa baru, dan akreditasi

Jumlah mahasiswa UIN Jakarta pada Semester I Tahun 2026 mencapai 37.227 orang, meningkat 4.105 mahasiswa atau 12,39 persen dibandingkan Semester I Tahun 2025 sebanyak 33.122 orang. Dari jumlah tersebut, sebanyak 34.510 orang merupakan mahasiswa jenjang sarjana, 1.399 mahasiswa magister, 614 mahasiswa doktor, 684 mahasiswa profesi, dan 20 mahasiswa spesialis. Pada Penerimaan Mahasiswa Baru melalui lima jalur di luar Mandiri Reguler, jumlah peserta yang dinyatakan lulus meningkat dari 8.371 orang pada tahun 2025 menjadi 8.612 orang pada tahun 2026. Jumlah peserta yang mengunggah berkas meningkat menjadi 7.252 orang dan peserta yang melakukan daftar ulang menjadi 6.483 orang. Kenaikan jumlah peserta lulus terbesar terjadi pada jalur SPAN-PTKIN. UIN Jakarta pada Semester I Tahun 2026 memiliki 94 program studi, bertambah delapan dibandingkan tahun sebelumnya. Sebanyak 65 program studi telah memperoleh peringkat A atau Unggul. Pada tahun 2026, Fakultas Ekonomi dan Bisnis juga membuka Program Studi Magister Manajemen berdasarkan Keputusan Nomor 299/B/O/2026 tanggal 2 April 2026. Akreditasi institusi UIN Jakarta berstatus Unggul berdasarkan Keputusan BAN-PT Nomor 1128/SK/BAN-PT/Ak.KP/PT/V/2024.

KKN, publikasi, dan pendanaan penelitian

Jumlah mahasiswa yang mengikuti Kuliah Kerja Nyata meningkat dari 4.010 orang pada tahun 2025 menjadi 4.951 orang pada tahun 2026. Peserta KKN nasional mencapai 4.855 mahasiswa, sedangkan KKN internasional meningkat dari 59 menjadi 95 mahasiswa. Kinerja publikasi berdasarkan SINTA juga menunjukkan tren positif. Jumlah penulis aktif meningkat menjadi 1.397 orang, jumlah unit aktif menjadi 94, dan jurnal ilmiah bertambah dari 48 menjadi 60 jurnal. Skor SINTA keseluruhan meningkat 26,9 persen, dari 603.551 menjadi 765.866. Skor SINTA tiga tahun terakhir juga meningkat menjadi 419.442. Data publikasi mencatat 3.831 dokumen dan 28.307 sitasi pada Scopus, serta 108.525 dokumen dan 1.196.064 sitasi pada Google Scholar. Luaran riset Scopus didominasi 2.261 artikel, 1.325 makalah konferensi, dan 245 jenis luaran lainnya. Dukungan pendanaan penelitian meningkat dari Rp10,63 miliar pada tahun 2025 menjadi Rp19,05 miliar pada tahun 2026, atau bertambah Rp8,42 miliar dan tumbuh 79,25 persen. Pendanaan tersebut terdiri atas BOPTN Rp2,94 miliar, BLU Rp7,10 miliar, BLU Tambahan Saldo Rp6,01 miliar, serta insentif publikasi Rp3 miliar.

Beasiswa dan tracer study

Jumlah mahasiswa penerima beasiswa meningkat dari 6.082 orang pada tahun 2024 menjadi 6.905 orang pada tahun 2026. Anggaran beasiswa mahasiswa pada tahun 2026 mencapai Rp63,88 miliar. Penerima beasiswa bagi dosen dan tenaga kependidikan juga meningkat menjadi 143 orang dengan anggaran Rp2,81 miliar. Dukungan tersebut menjadi bagian dari upaya universitas meningkatkan kompetensi dan kualifikasi akademik sumber daya manusia. Pelaksanaan tracer study terhadap alumni angkatan 135–138 mencatat 3.862 responden dari 7.535 wisudawan, dengan tingkat respons 51,25 persen. Dari responden tersebut, sebanyak 52,5 persen telah bekerja, 35,4 persen masih mencari pekerjaan, 7,4 persen melanjutkan studi, 4,5 persen berwirausaha, dan 0,2 persen bekerja sambil melanjutkan studi.

Pembangunan sarana pendukung

Pembangunan Gedung Perkuliahan Fakultas Ushuluddin menjadi salah satu proyek strategis untuk mengatasi kekurangan ruang pembelajaran. Gedung tersebut direncanakan memiliki luas 6.300 meter persegi dan lima lantai, dengan anggaran sebesar Rp73,28 miliar yang bersumber dari BLU. Pada laporan minggu ke-17, kemajuan pembangunan telah mencapai 40,586 persen, sedikit lebih tinggi dari rencana sebesar 40,453 persen. Gedung ini diharapkan dapat meningkatkan kenyamanan pembelajaran dan mendukung pengembangan daya tampung mahasiswa. UIN Jakarta juga membangun Gedung Pusat Teknologi Informasi dan Pangkalan Data di Kampus II. Gedung seluas 1.142,6 meter persegi dengan anggaran Rp30,03 miliar tersebut disiapkan untuk memperkuat layanan teknologi informasi, pengelolaan data terintegrasi, dan transformasi digital universitas.

Pendapatan melampaui separuh target semester

Realisasi pendapatan negara sampai 30 Juni 2026 mencapai Rp330,47 miliar atau 54,09 persen dari estimasi sebesar Rp610,94 miliar. Sementara itu, realisasi belanja tercatat Rp324,77 miliar atau 32,03 persen dari alokasi anggaran sebesar Rp1,014 triliun. Berdasarkan jenis belanja, realisasi belanja pegawai mencapai Rp119,30 miliar atau 57,04 persen dari pagu Rp209,17 miliar. Belanja barang terealisasi Rp191,69 miliar atau 32,52 persen dari pagu Rp589,50 miliar, sedangkan belanja modal mencapai Rp13,78 miliar atau 6,40 persen dari pagu Rp215,22 miliar. Kondisi tersebut menunjukkan perlunya percepatan pelaksanaan belanja pada Semester II, terutama belanja modal, dengan tetap menjaga kualitas pengadaan, ketepatan sasaran, dan akuntabilitas penggunaan anggaran.

Berdasarkan laporan penerimaan sampai 15 Juni 2026, total pendapatan BLU mencapai Rp329,79 miliar. Komponen terbesar berasal dari pendapatan jasa layanan umum sebesar Rp211,80 miliar atau 64,22 persen, diikuti pendapatan BLU lainnya Rp99,53 miliar atau 30,18 persen, hasil kerja sama Rp11,76 miliar, jasa layanan perbankan Rp5,95 miliar, dan sewa tanah serta bangunan Rp747,79 juta.

Margin EBITDA UIN Jakarta mencapai 30,13 persen. Dengan pendapatan operasional sebesar Rp460,70 miliar dan EBITDA Rp138,83 miliar, setiap Rp100 pendapatan operasional menghasilkan sekitar Rp30,13 EBITDA sebelum bunga, pajak, depresiasi, dan amortisasi. Capaian ini menunjukkan kemampuan operasional yang baik dalam menghasilkan surplus untuk mendukung pengembangan layanan, investasi, dan keberlanjutan keuangan.

Empat penghargaan pengelolaan keuangan

Kinerja pengelolaan keuangan UIN Jakarta memperoleh empat penghargaan atas pelaksanaan Tahun Anggaran 2025. Penghargaan tersebut meliputi Terbaik I Pengelolaan Rekening Satuan Kerja Triwulan III Tahun 2025 dari KPPN Jakarta IV dan peringkat pertama penyusunan Laporan Keuangan Tingkat Unit Akuntansi Kuasa Pengguna Anggaran kategori pagu di atas Rp800 miliar. UIN Jakarta juga meraih Terbaik II Nilai Indikator Kinerja Pelaksanaan Anggaran kategori pagu di atas Rp800 miliar pada Triwulan III Tahun 2025 serta penghargaan sebagai satuan kerja dengan realisasi anggaran tertinggi sebesar 96,82 persen pada Program Pendidikan Islam Tahun 2025. Penyampaian Laporan Kinerja dan Operasional Semester I Tahun 2026 menjadi bagian dari komitmen UIN Jakarta untuk menjaga keterbukaan, akuntabilitas, dan kesinambungan evaluasi kinerja. Hasil pembahasan bersama Dewan Pengawas BLU menjadi bahan penting untuk mempercepat indikator yang masih memerlukan penguatan sekaligus mempertahankan capaian positif pada Semester II Tahun 2026.

Melalui penguatan internasionalisasi, transformasi digital, pengembangan kampus hijau, optimalisasi bisnis, peningkatan kualitas SDM, pembangunan sarana, serta pengelolaan keuangan yang akuntabel, UIN Jakarta terus mengarahkan seluruh programnya untuk mendukung pencapaian visi sebagai universitas bereputasi internasional dalam integrasi Islam, ilmu, dan teknologi.